Ketua PD X GM FKPPI Jabar Agus Windu Hanggono Mengutuk Keras Aksi Teror Depan Gereja Katedral Makassar

Winsatu.com/ JAWA BARAT -Ketua PD X GM FKPPI Jawa Barat  Agus Windu Hanggono  mengutuk keras aksi teror bahan peledak yang terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Makassar, Minggu (28/3) menjadi perhatian Ketua GM FKPPI Jawa Barat.

Aksi tersebut tentu jauh dari kebenaran sebagai penganut semua agama dan  tidak pernah mengajarkan kekerasan. Kata Ketua GM FKPPI Jawa Barat Agus Windu Hanggono ,saat ditemui awak media dirumah kediamannya di Bandung Jawa Barat.

Ketua GM FKPPI  Jawa Barat bersama jajarannya, akan membuktikan dan kemampuan menjaga amanah para pembina dalam menjaga keamanan untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini,  utamanya dalam turut membantu orang tua kita di TNI Polri dalam merawat dan menjaga NKRI,” tegasnya.

“Berulang kali terucap dari Ketua  GM FKPPI Jawa Barat mengutuk keras atas terjadinya terror tersebut, seraya meminta semua pihak di Jawa Barat, termasuk masyarakat, agar makin meningkatkan kewaspadaan lingkungan,” kata pria yang akrab disapa Agus Windu ini.

Dia meminta kewaspadaan semua pihak agar tidak mudah terprovokasi. “Kita sebagai umat dan bangsa masih diuji dengan kehadiran orang-orang dengan ekstrimisme pemahaman dan perilaku yang merusak,” katanya.

Untuk itu, Agus Windu mengajak semua pihak dan jajarannya untuk rapatkan shaf umat dan wujudkan kesatuan bangsa. Menurutnya, tak ada satupun agama yang mengajarkan membunuh orang-orang yang tak bersalah.

BACA JUGA :  Hasil Musda X GM FKPPI Jabar Memilih Agus Windu Hanggono Sebagai Ketua GM FKPPI Periode 2021 – 2026

“Jawa Barat sudah teruji dari sisi keamanan, beberapa tahun terakhir tidak ada tindak terorisme seperti bom bunuh diri. Namun kami meminta semua pihak waspada,” jelasnya.

Sementara masyarakat tidak boleh terlalu larut euforia, namun mengabaikan hal ganjil seperti adanya orang baru yang gerak-gerik mencurigakan. Ketua  GM FKPPI Jawa Barat Agus Windu meminta masyarakat bahu membahu bersama aparat menjaga kondusivitas. Tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *